Kue Sabongi Aisa Django, Kue Enak Sepanjang Masa dengan Tekturnya yang Empuk dan Lembut
Home » Kue Sabongi Aisa Django, Kue Enak Sepanjang Masa dengan Tekturnya yang Empuk dan Lembut

Kue Sabongi Aisa Django, Kue Enak Sepanjang Masa dengan Tekturnya yang Empuk dan Lembut

Bagikan bila bermanfaat

DJOURNAL.ID – Sore ini turun hujan di seluruh wilayah di Desa Huidu Utara. Tentunya bagi penikmat kopi, akan menyiapkan hidangan kopi ditemani dengan kue pisang goreng. Tapi kali ini, pisang goreng tergantikan dengan sabongi yang merupakan hasil transformasi dan perpaduan antara pisang dan singkong.

Dari sisi perkembangan teknologi, Sabongi sudah lebih maju selangkah dari Pisgor. Hal ini disebabkan karena menggabungkan pisang dengan singkong sekaligus dalam satu produk. Ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara dua perusahaan, yaitu pisang dan singkong.

Diera saat ini, kita tidak boleh maju sendiri-sendiri. sudah harus bersinergi, bersatu padu untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan bersama. Jalan yang ditempuh boleh berbeda, gaya yang digunakan boleh berpariasi, tetapi tujuan tetap harus sama.

Kue sabongi sudah cukup memberikan gambaran kepada kita bahwa Pisang dengan gayanya dia dan singkong dengan keunggulannya dia mampu menciptakan sabongi dengan hasil yang sempurna.

Singkong dengan tektur yang keras melindungi pisang agar tidak merembes saat diolah. Sementara pisang menerima kenyataan bahwa dia harus berada di dalam balutan singkong meski tak terlihat oleh para penikmatnya.

Meski demikian, tanpa disadari oleh Pisang bahwa dialah satu-satunya daya tarik penikmat sabongi. Andai, pisang tidak ada di dalam balutan singkong, maka tentu selera penikmatnya akan berbeda.

Nah, bagi anda yang ingin menikmati kue sabongi yang enak khas gorontalo ini, silahkan ke Dusun 2 Desa Huidu Utara. Disana ada Sabongi yang terkenal dengan sebutan Sabongi li Aisa. Kuenya Enak dengan teksturnya yang empuk dan lembut. Soal harga jangan ditanya, yang pasti terjangkau. Dan tentunya bisa Delivery langsung ke Rumah Anda.

 434 total views,  8 views today

Bagikan bila bermanfaat
Written by
Nurmat Djou
Join the discussion

Satu lawan terlalu banyak, Seribu kawan terlalu sedikit